Pemerintah memastikan biaya haji 2026 tetap terjangkau dengan menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp1,77 triliun dari APBN. Dana ini digunakan untuk menutup lonjakan biaya penerbangan akibat kenaikan harga avtur global, sehingga jemaah tidak perlu menanggung biaya tambahan.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi calon jemaah haji Indonesia di tengah tekanan biaya energi dunia.
APBN Jadi Penopang Kenaikan Biaya Haji
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa tambahan anggaran berasal dari cadangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hasil efisiensi pemerintah.
“Dari APBN lah, kan masih ada cadangan-cadangan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurutnya, efisiensi anggaran sepanjang tahun memungkinkan pemerintah mengalokasikan dana untuk kebutuhan mendesak, termasuk menutup lonjakan biaya haji.
Respons Lonjakan Harga Avtur Global
Kenaikan harga avtur global menjadi faktor utama melonjaknya biaya penerbangan haji 2026. Dampaknya cukup signifikan terhadap operasional maskapai.
Namun, pemerintah mengambil langkah cepat dengan:
- Mengalokasikan dana tambahan dari APBN
- Menahan kenaikan biaya agar tidak dibebankan ke jemaah
- Menjaga stabilitas biaya haji nasional
Arahan Prabowo Subianto: Biaya Haji Harus Turun
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa biaya haji 2026 justru harus turun, meskipun biaya operasional meningkat.
“Kita pastikan biaya haji 2026 turun sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” tegasnya.
Pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani di tengah kenaikan harga energi global.
Dampak ke 220 Ribu Jemaah Haji Indonesia
Tambahan anggaran Rp1,77 triliun ini akan membantu sekitar:
- 220 ribu calon jemaah haji Indonesia
Dengan intervensi ini:
- Jemaah tidak perlu membayar tambahan biaya
- Ibadah tetap terjangkau
- Stabilitas layanan haji tetap terjaga
BPIH 2026 Resmi Turun
Meski terjadi tekanan biaya, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 tetap mengalami penurunan.
📊 Rinciannya:
- BPIH 2026: Rp87.409.366 per jemaah
- Penurunan: sekitar Rp2 juta dari tahun sebelumnya
Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan biaya haji.
Kesimpulan
Langkah pemerintah menggelontorkan Rp1,77 triliun dari APBN menjadi bukti nyata keberpihakan kepada jemaah. Di tengah kenaikan harga avtur global, biaya haji tetap dijaga agar tidak memberatkan masyarakat.
Dengan kebijakan ini, diharapkan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lebih baik, terjangkau, dan nyaman bagi seluruh jemaah.

