Menu

Berjalan Mundur Setelah Tawaf Wada, Sunnah atau Bukan?

Tawaf Wada (Tawaf Perpisahan) adalah salah satu ibadah yang disyariatkan bagi jamaah haji atau umrah yang akan meninggalkan kota Makkah. Ibadah ini menjadi momen emosional, di mana jamaah mengakhiri seluruh rangkaian ibadah mereka di Tanah Suci. Sering kali, kita melihat beberapa jamaah berjalan mundur setelah selesai melakukan tawaf ini. Namun, apakah hal ini termasuk sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW?

Mari kita telusuri lebih dalam.

Anjuran Selesai Tawaf Wada

Setelah melaksanakan Tawaf Wada, jamaah disunnahkan untuk meninggalkan Ka’bah dengan menghadap ke arah kiblat dan memanjatkan doa, memohon kepada Allah agar bisa kembali lagi ke Baitullah di lain waktu. Namun, tidak ada satu pun riwayat hadis sahih yang menganjurkan jamaah untuk berjalan mundur.

Sikap berjalan mundur setelah tawaf wada merupakan sebuah kebiasaan atau tradisi yang berkembang di tengah masyarakat, bukan bagian dari syariat Islam. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan rasa berat hati untuk meninggalkan Ka’bah. Meskipun niatnya baik, perbuatan ini tidak memiliki dasar dari ajaran Nabi.

Larangan Berjalan Mundur dalam Islam

Dalam ajaran Islam, berjalan mundur tanpa alasan yang jelas bukanlah suatu amalan yang dianjurkan. Selain tidak memiliki dasar sunnah, berjalan mundur juga bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Area di sekitar Ka’bah selalu padat, sehingga berjalan mundur dapat menyebabkan jamaah lain terjatuh atau terjadi kecelakaan.

Rasulullah SAW dan para sahabat adalah contoh terbaik dalam melaksanakan ibadah. Semua tata cara ibadah, termasuk tawaf dan perpisahan dengan Baitullah, telah diajarkan dengan jelas. Jika berjalan mundur adalah sunnah, tentu akan ada riwayat yang menyebutkannya. Karena tidak ada riwayat yang menguatkan, maka sebaiknya kita kembali pada tuntunan yang sahih.

Kesimpulan

Berjalan mundur setelah tawaf wada bukanlah sunnah. Amalan yang dianjurkan adalah meninggalkan Ka’bah dengan berjalan biasa sambil memanjatkan doa, memohon agar Allah menerima ibadah kita dan memberi kesempatan untuk kembali lagi. Melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah cara terbaik untuk mendapatkan pahala dan keberkahan.


Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang jelas bagi para jamaah. Adakah topik lain seputar ibadah haji atau umrah yang ingin Anda ketahui?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *