Pemerintah semakin memperketat pengawasan penyelenggaraan ibadah Haji 2026 dengan mendorong jemaah untuk aktif melaporkan segala bentuk pungutan liar (pungli). Langkah ini diambil demi memastikan ibadah berjalan aman, nyaman, dan bebas dari praktik merugikan, terutama di tengah tingginya aktivitas selama musim haji.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan pentingnya peran jemaah dalam menjaga transparansi layanan.
“Jangan segan untuk melaporkan segala bentuk pungutan biaya yang tidak semestinya,” tegasnya.
Larangan Tegas Pungutan & Paket Tambahan
Pemerintah memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji wajib mematuhi aturan, termasuk:
- ❌ Dilarang menarik biaya tambahan apa pun
- ❌ Tidak boleh menawarkan paket wisata tambahan
- ❌ Tidak boleh memanfaatkan jemaah untuk keuntungan pribadi
Aturan ini juga berlaku untuk Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pungutan di luar ketentuan resmi.
Kebijakan ini selaras dengan arahan Prabowo Subianto yang menekankan bahwa haji harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Fokus Ibadah, Bukan Aktivitas Tambahan
Jemaah diimbau untuk tidak terbebani aktivitas di luar ibadah, karena kondisi fisik menjadi faktor penting saat menghadapi puncak haji.
👉 Prioritas utama jemaah:
- Menjaga stamina
- Istirahat cukup
- Fokus pada rangkaian ibadah
Dengan kondisi fisik yang prima, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan optimal.
Pentingnya Kartu Nusuk Saat di Tanah Suci
Selain soal pungli, jemaah juga diingatkan untuk selalu membawa kartu Nusuk saat beraktivitas.
Fungsi kartu Nusuk:
- 🪪 Identitas resmi jemaah
- 📍 Data pemondokan & lokasi
- 📲 Barcode untuk sistem pengawasan
Tanpa kartu ini, jemaah berisiko:
- ❌ Ditolak masuk ke area tertentu
- ❌ Terhambat akses ke Masjidil Haram
Peran Jemaah dalam Menjaga Haji Bersih
Pelaporan dari jemaah menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan haji. Dengan adanya partisipasi aktif:
- Sistem pengawasan jadi lebih efektif
- Praktik curang bisa ditekan
- Layanan haji semakin transparan
Penutup
Haji bukan hanya perjalanan spiritual, tapi juga membutuhkan sistem yang tertib dan bersih. Dengan tidak adanya pungli dan fokus penuh pada ibadah, jemaah bisa merasakan pengalaman haji yang lebih tenang dan bermakna.
✨ Ibadah maksimal dimulai dari lingkungan yang bersih dan transparan.

