Kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Mohammad bin Abdulaziz (AMAA), Madinah, kembali menjadi sorotan. Sebuah koper milik jemaah sempat dibongkar petugas bandara setelah terdeteksi mencurigakan saat melewati pemeriksaan X-ray.
Namun setelah diperiksa secara manual, isi koper tersebut ternyata hanya petis, bumbu khas Indonesia yang dibawa dalam jumlah cukup banyak.
Kenapa Koper Bisa Dibongkar?
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa tindakan ini bukan karena jenis barangnya, melainkan cara pengemasan yang dianggap tidak biasa.
👉 Fakta penting:
- Petis memiliki tekstur padat dan gelap
- Dikemas berlapis-lapis
- Terlihat ambigu di mesin X-ray
Hal inilah yang memicu kecurigaan petugas keamanan dan membuat koper harus dibuka untuk pemeriksaan lanjutan.
Tidak Disita, Barang Dikembalikan
Kabar baiknya, setelah dilakukan pengecekan dan diberikan penjelasan oleh petugas haji Indonesia, petis tersebut tidak disita.
✔️ Termasuk kategori makanan biasa
✔️ Tidak melanggar aturan
✔️ Diizinkan dibawa kembali oleh jemaah
Pelajaran Penting untuk Jemaah Haji
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jemaah:
🔴 Perhatikan cara mengemas barang bawaan
🔴 Hindari kemasan berlapis yang mencurigakan
🔴 Gunakan wadah transparan atau standar
🔴 Bawa makanan secukupnya
Karena dalam sistem keamanan bandara, bentuk visual di X-ray lebih menentukan dibanding jenis barangnya.
Ribuan Jemaah Sudah Tiba di Madinah
Sementara itu, arus kedatangan jemaah haji Indonesia terus berjalan lancar. Hingga saat ini tercatat:
- ✈️ 89 kloter telah tiba
- 👥 Total 34.652 jemaah sudah berada di Madinah
Mereka akan melanjutkan rangkaian ibadah haji 2026 dengan berbagai layanan yang telah disiapkan pemerintah.
Penutup
Insiden koper berisi petis ini memang unik, tapi sekaligus jadi pelajaran penting. Dalam perjalanan haji, hal kecil seperti cara packing bisa berdampak besar.
✨ Ibadah lancar dimulai dari persiapan yang benar, termasuk urusan bagasi.

