Bayangkan suasana malam di Kota Makkah pada tahun 2026 (1447 Hijriah) nanti. Angin gurun yang sejuk, ribuan jamaah yang bersimpuh, dan lantunan ayat suci yang menggema di sekeliling Ka’bah.
Otoritas Presidency of the Two Holy Mosques akhirnya resmi merilis daftar nama imam yang akan memimpin salat Tarawih di Masjidil Haram. Ini bukan sekadar daftar nama, melainkan deretan ulama dengan suara khas yang selalu dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Siapa saja yang akan memandu kekhusyukan ibadah di jantung dunia Islam tersebut? Berikut profil singkat mereka.
🌟 Sang Ikon & Legenda
Syeikh Abdur Rahman As-Sudais Tak lengkap rasanya Ramadan di Masjidil Haram tanpa suara beliau. Sebagai Presiden Presidensi Dua Masjid Suci, Syeikh Sudais dikenal dengan gaya tilawah yang kuat, berwibawa, dan penuh penghayatan. Suaranya adalah “soundtrack” memori umrah bagi jutaan orang.
🍃 Penyejuk Hati
Syeikh Maher Al-Muaiqly Bagi Anda yang menyukai bacaan yang tenang dan mengalir lembut, Syeikh Maher adalah favoritnya. Beliau memiliki reputasi internasional dengan gaya bacaan yang terukur dan syahdu, mampu membuat hati pendengarnya bergetar dalam ketenangan.
🎶 Melodi dari Makkah
Syeikh Abdullah Juhany Dosen Universitas Umm Al-Qura ini dikenal memiliki suara yang sangat merdu dan ritmis. Cengkok khas Syeikh Juhany seringkali membawa kerinduan mendalam bagi siapa saja yang pernah bermakmum di belakangnya.
💎 Para Akademisi Bersuara Emas
Selain tiga nama besar di atas, formasi imam tahun 2026 juga diperkuat oleh para ulama yang tidak hanya fasih, tapi juga memiliki kedalaman ilmu akademis:
- Syeikh Bandar Baleelah: Akademisi studi Islam dengan bacaan yang khusyuk dan menenangkan.
- Syeikh Yasser Ad-Dawsary: Dikenal dengan suara lantang yang khas dan emosional. Beliau juga aktif mengajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.
- Syeikh Badr Al-Turki: Membawa gaya bacaan yang presisi dan penuh perenungan.
- Syeikh Waleed Al-Shamsan: Sosok imam dengan karakter bacaan yang menyentuh hati, memandu jamaah larut dalam ayat-ayat Allah.
📡 Mengobati Rindu dari Jauh
Salat Tarawih di Masjidil Haram memiliki tradisi istimewa: mengkhatamkan Al-Qur’an secara bertahap selama satu bulan penuh.
Bagi Anda yang belum berkesempatan hadir langsung di Makkah pada Ramadan 2026 nanti, jangan berkecil hati. Kehadiran para imam ini akan tetap menemani malam-malam Ramadan kita melalui siaran langsung di berbagai platform digital dan televisi.
Semoga lantunan ayat suci dari para imam ini dapat menjaga nyala iman kita, di mana pun kita berada.

