Menu

Beras Lokal “Go To Makkah”: Bulog Siap Ekspor 3.900 Ton Beras Premium untuk Jemaah Haji 2026

Ada kabar membanggakan dari meja pangan nasional. Perum Bulog resmi bersiap mengirimkan ribuan ton beras asli Indonesia ke Arab Saudi. Tujuannya mulia: memastikan para jemaah haji asal Tanah Air tetap bisa menikmati nasi dengan cita rasa dan tekstur yang mereka cintai meski sedang berada ribuan kilometer dari rumah.

Pada tahap perdana ini, sekitar 3.900 hingga 4.000 ton beras telah disiapkan untuk segera bertolak ke jazirah Arab.

1. Berawal dari Sampel yang “Lolos Seleksi”

Keputusan besar ini diambil setelah contoh beras yang dikirimkan Bulog mendapat lampu hijau dari otoritas terkait di Arab Saudi. Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Kantor Urusan Haji telah membuahkan hasil positif.

“Alhamdulillah sudah ada kabar, rencananya untuk jemaah haji akan dikirim dari Indonesia. Awalnya sekitar 3.900 ton,” ujar Febby saat ditemui di Jakarta Barat (01/02/2026).

2. Mengapa Harus Beras Indonesia?

Jawabannya sederhana: Preferensi Lidah. Jemaah Indonesia dikenal sangat setia dengan tekstur beras lokal yang cenderung pulen. Beras jenis Premium dan Super Premium inilah yang akan menjadi primadona untuk disajikan kepada tamu Allah asal Indonesia.

Dengan membawa beras sendiri, pemerintah ingin menjamin kenyamanan konsumsi jemaah agar stamina mereka tetap terjaga selama menjalankan rangkaian ibadah yang berat.

3. Tantangan Logistik: Berburu Gudang di Padang Pasir

Bulog menegaskan bahwa mereka sanggup mengirimkan jumlah yang jauh lebih besar. Namun, saat ini fokus utama adalah kesiapan infrastruktur penyimpanan.

  • Gudang Berkualitas: Bulog tengah mengecek ketersediaan fasilitas gudang di Arab Saudi agar kualitas beras tetap terjaga dari suhu ekstrem.
  • Potensi Peningkatan: Jika kapasitas penyimpanan memadai, volume ekspor akan terus ditambah.

4. Peluang Emas di Luar Musim Haji

Langkah ini hanyalah pintu pembuka. Bulog melihat peluang yang lebih besar untuk menyasar sektor katering umrah. Mengingat jemaah umrah Indonesia datang sepanjang tahun, kerja sama dengan jasa boga di sana menjadi target berikutnya.

“Kita bisa ekspor ke sana untuk kebutuhan umrah juga. Karena memang pasarnya ada, terutama untuk beras kelas premium,” tambah Febby.


Misi Diplomasi Pangan Ekspor ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bentuk pelayanan negara untuk memastikan jemaah haji kita mendapatkan nutrisi terbaik dengan rasa yang paling akrab di lidah mereka.


Kabar ini tentu menenangkan bagi keluarga yang akan berangkat haji tahun ini! Tidak perlu lagi khawatir soal nasi yang terasa asing di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *