Menu

Jemaah Haji Tunanetra Asal Indonesia Akan Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi

Sebuah kisah mengharukan datang dari penyelenggaraan ibadah haji 2026. Seorang jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendapat penghargaan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi. Namanya disebut akan diabadikan sebagai nama salah satu masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.

Jemaah tersebut adalah Saifuddin HM Abd Muin Saideng (58), anggota Kloter 17 Debarkasi Makassar yang baru saja kembali ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Nama Jemaah Haji Indonesia Akan Menjadi Nama Masjid di Arab Saudi

Kabar membanggakan tersebut terungkap saat Saifuddin tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Minggu (14/6/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf.

Saifuddin mengaku terkejut dan tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan sebesar itu dari Pemerintah Arab Saudi.

“Saya tidak sangka nama saya akan dijadikan nama masjid yang akan dibangun,” ungkap Saifuddin.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama dirinya menjalankan ibadah haji tahun ini.

Dipanggil Imam Masjidil Haram Setelah Salat Isya

Menurut Saifuddin, informasi mengenai rencana pengabadian namanya disampaikan ketika dirinya berada di Masjidil Haram bersama pendamping kloter.

Usai melaksanakan salat Isya, ia dipanggil oleh imam Masjidil Haram melalui pendamping yang menyertainya.

Awalnya Saifuddin tidak mengetahui maksud pemanggilan tersebut. Namun pertemuan itu justru membawa kabar yang mengubah perjalanan hajinya menjadi kisah yang menginspirasi banyak orang.

Berdoa Agar Bisa Melihat, Mendapat Kehormatan Tak Terduga

Selama berada di Tanah Suci, Saifuddin mengaku sering memanjatkan doa agar Allah SWT mengembalikan penglihatannya.

Meski doa tersebut belum terwujud, ia meyakini Allah memberikan hadiah lain yang jauh di luar dugaannya.

“Saya berdoa semoga bisa melihat, tetapi semuanya kembali kepada rezeki. Malah nama saya digunakan untuk menjadi nama masjid,” tuturnya.

Bagi Saifuddin, penghargaan tersebut merupakan anugerah yang sangat berharga dan menjadi kenangan yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya.

Perjalanan Haji Berjalan Lancar dan Penuh Kebahagiaan

Selain menerima penghormatan istimewa, Saifuddin juga mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan dengan lancar.

Ia tidak mengalami kendala berarti selama berada di Arab Saudi dan merasa sangat bersyukur dapat menyelesaikan seluruh prosesi ibadah dengan baik.

“Perjalanan lancar, tidak ada kendala dan Alhamdulillah saya senang sekali,” katanya.

Bentuk Apresiasi untuk Jemaah Berkebutuhan Khusus

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, membenarkan adanya rencana penggunaan nama Saifuddin sebagai nama masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Arab Saudi terhadap kelompok jemaah tertentu yang mendapatkan perhatian khusus selama musim haji tahun ini.

Arab Saudi Beri Perhatian Khusus kepada Kelompok Rentan

Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan haji 2026, perhatian khusus diberikan kepada tiga kelompok prioritas, yaitu:

  • Jemaah haji perempuan
  • Jemaah haji lanjut usia (lansia)
  • Jemaah haji berkebutuhan khusus

Saifuddin menjadi salah satu simbol perhatian tersebut sebagai jemaah tunanetra yang berhasil menjalankan ibadah haji dengan penuh semangat dan keteguhan.

Kisah Inspiratif dari Tanah Suci

Rencana pengabadian nama Saifuddin sebagai nama masjid menjadi bukti bahwa ibadah haji tidak hanya menghadirkan pengalaman spiritual, tetapi juga melahirkan kisah-kisah inspiratif yang menyentuh hati.

Kisah jemaah haji tunanetra asal Indonesia ini menjadi simbol penghormatan terhadap keteguhan iman, kesabaran, dan semangat dalam beribadah. Penghargaan dari Arab Saudi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Indonesia di mata dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *