Menjalankan ibadah umrah adalah dambaan setiap umat Muslim. Agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah SWT, penting bagi setiap jamaah untuk memahami dan melaksanakan seluruh rangkaian ritualnya, atau yang dikenal sebagai manasik umrah, dengan benar.
Secara umum, manasik umrah terdiri dari empat rukun utama yang harus dilakukan secara berurutan: Ihram, Tawaf, Sa’i, dan Tahallul.
1. Persiapan dan Ihram (Niat)
Tahap ini adalah awal dari seluruh rangkaian ibadah umrah. Ihram adalah keadaan suci di mana seorang jamaah memulai niat umrah dan harus mematuhi semua larangan ihram.
- Mandi Sunnah dan Berpakaian Ihram: Sebelum mengambil niat, disunnahkan untuk mandi besar (mandi ihram) dan mengenakan pakaian ihram. Pria memakai dua lembar kain ihram putih tanpa jahitan, sementara wanita memakai pakaian yang menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan.
- Melakukan Niat di Miqat: Miqat adalah batas area yang telah ditetapkan untuk memulai ihram. Jamaah yang datang dari Indonesia biasanya mengambil miqat di atas pesawat saat melintasi area Yalamlam atau Qarnul Manazil.
- Lafadz Niat: Ucapkan niat di dalam hati, diikuti dengan lafadz:
- Nawaitul ‘umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala, labbaik Allahumma ‘umrah.
- Artinya: “Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta’ala, aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah untuk berumrah.”
- Lafadz Niat: Ucapkan niat di dalam hati, diikuti dengan lafadz:
- Larangan Selama Ihram: Setelah berniat, jamaah harus menjauhi larangan-larangan berikut sampai selesai tahallul:
- Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu.
- Memakai wewangian (termasuk sabun beraroma).
- Menikah, menikahkan, atau melamar.
- Melakukan hubungan suami istri.
- Bagi pria: memakai pakaian berjahit, memakai alas kaki yang menutupi mata kaki, dan menutup kepala.
- Bagi wanita: menutup wajah dan telapak tangan.
2. Tawaf (Mengelilingi Ka’bah)
Tawaf adalah rukun kedua, di mana jamaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
- Mempersiapkan Diri: Pastikan Anda dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Sebelum memulai, jamaah pria disunnahkan untuk mengenakan pakaian ihram dengan posisi idhthiba (meletakkan kain ihram di bawah ketiak kanan, pundak kiri tertutup).
- Memulai Tawaf: Mulailah dari arah Hajar Aswad (Batu Hitam). Berdiri sejajar dengan Hajar Aswad dan menghadapnya, lalu berikan isyarat dengan tangan (mengangkat tangan kanan) sambil membaca “Bismillahi Allahu Akbar”.
- Tata Cara: Lakukan putaran pertama, lalu putaran berikutnya, hingga selesai tujuh putaran dengan posisi Ka’bah berada di sisi kiri Anda. Setiap kali melewati Hajar Aswad, ulangi isyarat seperti saat memulai.
- Doa di Antara Putaran: Disunnahkan membaca doa di antara putaran, khususnya doa sapu jagat di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: “Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban-nar.”
- Setelah Tawaf: Selesai tujuh putaran, lakukan Shalat Sunnah Tawaf di belakang Maqam Ibrahim. Setelah itu, disunnahkan minum air Zamzam dan berdoa.
3. Sa’i (Berjalan Antara Safa dan Marwah)
Sa’i adalah rukun ketiga, yaitu berjalan dan berlari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah. Ritual ini mengenang perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Nabi Ismail.
- Memulai Sa’i: Naik ke Bukit Safa dan menghadap Ka’bah. Angkat kedua tangan dan bertakbir sebanyak tiga kali sambil berdoa. Setelah itu, mulailah perjalanan pertama menuju Marwah.
- Proses Sa’i: Berjalanlah menuju Bukit Marwah. Bagi pria, disunnahkan untuk berlari-lari kecil saat berada di antara dua lampu hijau (lokasi yang menandakan area larangan berlari bagi wanita). Setelah sampai di Marwah, naik ke bukitnya, menghadap Ka’bah, dan bertakbir. Ini dihitung satu perjalanan.
- Mengakhiri Sa’i: Lanjutkan perjalanan kembali ke Safa (perjalanan kedua), dan seterusnya hingga menyelesaikan tujuh perjalanan. Sa’i berakhir di Bukit Marwah pada perjalanan ketujuh.
4. Tahallul (Mencukur Rambut)
Tahap ini adalah akhir dari seluruh rangkaian ibadah umrah. Tahallul adalah ritual mencukur atau menggunting sebagian rambut sebagai tanda telah selesainya umrah dan berakhirnya larangan ihram.
- Tata Cara: Setelah selesai Sa’i, jamaah pria disunnahkan untuk mencukur gundul seluruh rambut kepala. Namun, mencukur sebagian saja sudah dianggap sah. Bagi wanita, cukup memotong beberapa helai rambut sepanjang satu ruas jari.
- Selesai Ihram: Dengan melakukan tahallul, semua larangan ihram yang berlaku bagi Anda telah gugur.
Setelah tahallul, ibadah umrah Anda telah selesai dan sah. Anda bisa kembali mengenakan pakaian biasa dan menikmati waktu di Tanah Suci untuk beribadah dan berwisata.

