Situasi keamanan regional di Timur Tengah yang masih fluktuatif memaksa maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, untuk mengambil langkah preventif demi keselamatan penerbangan.
Berdasarkan pengumuman terbaru, Saudia resmi memperpanjang penangguhan operasional ke delapan destinasi internasional hingga 6 Maret 2026 pukul 23.59 GMT. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap dinamika keamanan di kawasan yang terus dipantau secara ketat.
Daftar 8 Rute Penerbangan yang Masih Ditangguhkan
Penangguhan ini berdampak pada beberapa rute tersibuk di kawasan Teluk dan Asia. Berikut adalah daftar kota yang untuk sementara waktu belum dapat dilayani oleh maskapai Saudia:
- Amman (Yordania)
- Kuwait (Kuwait)
- Abu Dhabi & Dubai (Uni Emirat Arab)
- Doha (Qatar)
- Bahrain (Bahrain)
- Moscow (Rusia)
- Peshawar (Pakistan)
Prioritas Keselamatan: Pemantauan 24 Jam Non-Stop
Saudia menegaskan bahwa keputusan ini murni didasarkan pada standar keselamatan penumpang dan awak kabin. Emergency Coordination Center milik maskapai bekerja ekstra keras memantau kondisi lapangan selama 24 jam penuh.
“Kami berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada jaminan keselamatan tertinggi,” tulis pernyataan resmi maskapai.
Panduan bagi Penumpang yang Terdampak
Bagi Anda yang memiliki jadwal terbang ke destinasi di atas, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Cek Notifikasi: Saudia telah menghubungi penumpang terdampak secara langsung melalui data kontak yang terdaftar saat pemesanan.
- Verifikasi Status: Sangat disarankan untuk memeriksa status penerbangan melalui situs resmi atau aplikasi Saudia sebelum memutuskan berangkat ke bandara.
- Update Berkala: Pantau saluran komunikasi resmi maskapai untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pemulihan operasional.
Dampak pada Mobilitas Global dan Umrah
Sebagai salah satu penghubung utama antara Asia, Eropa, dan Amerika, kebijakan Saudia ini diprediksi akan memengaruhi mobilitas penumpang internasional secara signifikan, termasuk bagi jamaah yang merencanakan perjalanan Umrah.
Otoritas penerbangan di kawasan Timur Tengah saat ini masih terus melakukan evaluasi menyeluruh. Pemulihan operasional secara penuh akan dilakukan segera setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif untuk penerbangan sipil.
Sumber Informasi: Dikutip dan diolah dari laporan Saudi Gazette terkait kebijakan operasional maskapai Saudia di tengah situasi regional.

