Arab Saudi terus mempercepat transformasi digital di sektor haji dan umrah. Menjelang musim Umrah 1448 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi meluncurkan layanan kontrak digital berbasis platform Masar Nusuk untuk mempermudah kerja sama dengan agen umrah luar negeri.
Kebijakan baru ini menjadi bagian dari modernisasi layanan umrah yang tengah digencarkan pemerintah Arab Saudi guna meningkatkan efisiensi, mempercepat proses administrasi, dan memperkuat kesiapan operasional menghadapi musim umrah mendatang.
Melansir Gulf News, seluruh proses kontrak kini akan dilakukan secara otomatis melalui sistem digital tanpa prosedur manual seperti sebelumnya.
Kontrak Umrah Kini Pakai Sistem Digital dan QR Code
Dalam sistem terbaru tersebut, Arab Saudi juga menerapkan model kontrak elektronik terstandarisasi yang dilengkapi teknologi verifikasi digital menggunakan QR Code terintegrasi dengan platform Nusuk.
Dengan sistem ini, proses kerja sama antara agen umrah luar negeri dan penyedia layanan di Arab Saudi diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan transparan.
Digitalisasi kontrak ini sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem layanan umrah berbasis teknologi yang lebih modern dan terintegrasi.
Pemerintah Arab Saudi menilai penggunaan sistem elektronik akan membantu mengurangi hambatan administratif sekaligus meningkatkan akurasi data jamaah dan mitra layanan.
Visa Umrah 1448 H Mulai Diproses 31 Mei 2026
Peluncuran kontrak digital ini dilakukan menjelang dibukanya pengajuan visa umrah untuk musim baru 1448 Hijriah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut proses pengajuan dan penerbitan visa umrah akan mulai dibuka pada 31 Mei 2026.
Sementara itu, izin umrah melalui aplikasi Nusuk dijadwalkan mulai diterbitkan pada 1 Juni 2026.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Arab Saudi semakin mengandalkan integrasi teknologi digital dalam pengelolaan layanan jamaah internasional.
Masar Nusuk Jadi Pusat Integrasi Layanan Umrah
Platform Masar Nusuk kini menjadi pusat integrasi berbagai layanan umrah di Arab Saudi.
Tak hanya digunakan untuk kontrak kerja sama dengan agen luar negeri, platform ini juga akan dimanfaatkan oleh perusahaan penyelenggara umrah domestik untuk bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan.
Layanan yang tersedia mencakup:
- Pemesanan hotel dan akomodasi
- Transportasi jamaah
- Katering dan konsumsi
- Layanan tambahan (value-added services)
- Penyusunan paket perjalanan umrah
- Integrasi program ibadah dan wisata religi
Dengan sistem digital terintegrasi ini, seluruh proses layanan umrah diharapkan menjadi lebih praktis dan efisien, baik bagi penyelenggara maupun jamaah.
Arab Saudi Percepat Digitalisasi Layanan Haji dan Umrah
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang agresif melakukan digitalisasi di sektor pelayanan haji dan umrah.
Mulai dari penggunaan aplikasi Nusuk, sistem permit digital, kartu identitas elektronik, hingga layanan berbasis AI dan smart mobility kini mulai diterapkan secara luas untuk mendukung jutaan jamaah dari berbagai negara.
Transformasi ini sejalan dengan program Saudi Vision 2030 yang menempatkan digitalisasi dan teknologi sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan publik dan sektor pariwisata religi.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan seluruh langkah digitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta pengalaman ibadah jamaah selama berada di Tanah Suci.

