Menu

Bandara Soekarno-Hatta Layani 20 Ribu Jemaah Haji 2026, Jadi Bandara Tersibuk Kedua di Indonesia

Arus keberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Tanah Suci terus meningkat selama musim haji 1447 H/2026 M. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, tercatat telah melayani lebih dari 20 ribu calon jemaah haji sepanjang periode 21 April hingga 9 Mei 2026.

Data dari PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menunjukkan, sebanyak 20.031 calon jemaah haji diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam 47 kelompok terbang (kloter). Angka tersebut menjadikan Soetta sebagai bandara tersibuk kedua untuk operasional penerbangan haji tahun ini.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan tingginya mobilitas jemaah menunjukkan pentingnya peran Bandara Soekarno-Hatta dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

“Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu tersibuk di mana jumlah calon haji yang berangkat ke Tanah Suci pada periode 21 April – 9 Mei 2026 melalui bandara ini tercatat 20.031 orang dengan 47 kloter,” ujarnya dalam keterangan resmi di Tangerang.

Lebih dari 126 Ribu Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

Secara nasional, InJourney Airports mencatat total 126.097 calon jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui 14 bandara embarkasi haji di seluruh Indonesia.

Selama periode tersebut, total operasional penerbangan haji mencapai 322 penerbangan menuju Tanah Suci.

“Selama periode tersebut, total penerbangan haji yang dilayani mencapai 322 penerbangan,” kata Pahlevi.

Besarnya jumlah penerbangan ini menunjukkan tingginya aktivitas operasional bandara selama musim haji 2026, sekaligus menjadi salah satu momentum transportasi udara terbesar di Indonesia setiap tahunnya.

Ketepatan Waktu Penerbangan Haji Capai 96 Persen

InJourney Airports juga mencatat performa operasional yang cukup baik selama fase keberangkatan haji. Dari total 322 penerbangan yang dilayani, sebanyak 310 penerbangan berjalan lancar dan tepat waktu.

Tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) penerbangan haji secara nasional bahkan mencapai 96 persen.

Menurut Pahlevi, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.

“Seluruh pihak telah melakukan perencanaan dan koordinasi dengan baik, mulai dari proses di asrama haji, perjalanan menuju bandara, hingga layanan keberangkatan di bandara dan proses naik ke pesawat,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut melibatkan InJourney Airports, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, operator ground handling, hingga dukungan dari Kementerian Haji & Umrah serta Kementerian Perhubungan.

Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Jadi Pusat Layanan Jemaah

Untuk mendukung kenyamanan jemaah, Bandara Soekarno-Hatta mengoperasikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F sebagai pusat layanan keberangkatan haji.

Terminal ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari masjid seluas 3.136 meter persegi, area tunggu seluas 4.158 meter persegi, hingga lounge berkapasitas 2.000 orang.

Keberadaan terminal khusus ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia agar proses keberangkatan berjalan lebih nyaman, tertib, dan efisien.

Daftar 5 Bandara Tersibuk Penerbangan Haji 2026

Selain Bandara Soekarno-Hatta, sejumlah embarkasi lain juga mencatat volume keberangkatan tinggi selama musim haji tahun ini.

Berikut daftar lima bandara tersibuk penerbangan haji Indonesia periode 21 April – 9 Mei 2026:

  1. Bandara Juanda Surabaya — 25.794 calon haji (68 kloter)
  2. Bandara Soekarno-Hatta Tangerang — 20.031 calon haji (47 kloter)
  3. Bandara Adi Soemarmo Solo — 19.002 calon haji (53 kloter)
  4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar — 9.808 calon haji (25 kloter)
  5. Bandara Kualanamu Deli Serdang — 5.379 calon haji (15 kloter)

InJourney Airports memastikan seluruh operasional penerbangan haji akan terus dijaga hingga akhir fase keberangkatan pada 21 Mei 2026.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran keberangkatan penerbangan haji hingga akhir periode keberangkatan,” tutup Pahlevi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *