Menu

Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Meski Ongkos Penerbangan Melonjak Tajam

Pemerintah memastikan biaya haji 2026 tidak akan bertambah bagi jemaah, meskipun terjadi lonjakan signifikan pada ongkos penerbangan akibat kenaikan harga avtur global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.


Pemerintah Tegaskan Komitmen: Jemaah Tidak Dibebani

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan komitmen tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kenaikan biaya penerbangan memang tidak bisa dihindari, namun pemerintah akan mencari solusi agar tidak dibebankan kepada jemaah.

“Kenaikan harga avtur global serta pelemahan nilai tukar membuat biaya penerbangan meningkat signifikan,” ujar Gus Irfan.


Biaya Penerbangan Haji Naik Tajam

Pada awalnya, biaya rata-rata penerbangan haji 2026 diperkirakan sekitar Rp 33,5 juta per jemaah. Namun, kondisi global membuat angka tersebut melonjak drastis.

Beberapa faktor utama penyebab kenaikan:

  • Lonjakan harga avtur global
  • Pelemahan nilai tukar rupiah
  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
  • Potensi perubahan rute penerbangan

Jika rute berubah, durasi perjalanan bisa lebih lama dan konsumsi bahan bakar meningkat, yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.


Maskapai Ajukan Kenaikan Biaya Hingga Jutaan Rupiah

Sejumlah maskapai telah mengajukan penyesuaian biaya kepada pemerintah, termasuk Garuda Indonesia.

Garuda mengusulkan kenaikan karena perubahan rute yang menambah:

  • Waktu perjalanan sekitar 4 jam
  • Konsumsi avtur hingga 12 ribu ton

Usulan tambahan biaya:

  • Rp 7,9 juta per jemaah (Garuda Indonesia)
  • USD 480 atau sekitar Rp 8,1 juta dari Saudi Airlines

Skenario Kenaikan Biaya Penerbangan

Pemerintah memetakan dua skenario biaya:

1. Tanpa Perubahan Rute

  • Biaya naik menjadi sekitar Rp 46,9 juta per jemaah
  • Kenaikan mencapai 39,85%

2. Dengan Perubahan Rute

  • Biaya naik hingga Rp 50,8 juta per jemaah
  • Kenaikan bisa mencapai 51,48%

Kenaikan ini sepenuhnya dipengaruhi oleh kondisi global dan teknis penerbangan.


Arahan Prabowo Subianto: Jangan Bebani Jemaah

Meski biaya operasional meningkat, pemerintah menegaskan bahwa jemaah tetap tidak akan dikenai biaya tambahan.

Hal ini merupakan arahan langsung dari Presiden:

“Apa pun yang terjadi, jika ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jemaah haji kita,” tegas Prabowo.

Komitmen ini menjadi dasar pemerintah dalam menyusun skema pembiayaan haji 2026.


Kesimpulan

Meski biaya penerbangan haji 2026 diprediksi melonjak akibat faktor global, pemerintah memastikan biaya haji tetap stabil bagi jemaah.

Langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, sekaligus menjaga agar ibadah haji tetap terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *