Impian ke Tanah Suci harus kandas bagi seribu lebih jemaah haji tahun ini. Bukan karena masalah biaya, melainkan karena rintangan fisik yang tak bisa ditawar: Kesehatan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka data mengejutkan di hadapan Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026). Menteri Haji, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa seleksi kesehatan tahun ini berjalan sangat ketat demi keselamatan jemaah sendiri.
Berikut fakta-fakta hasil “screening” ketat kesehatan haji 2026:
1. Angka “Merah”: Mereka yang Gagal Berangkat
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ribuan jemaah dinyatakan tidak istithaah (tidak mampu secara kesehatan) dan harus merelakan kursi keberangkatannya tahun ini:
- Haji Reguler: 1.135 jemaah gagal berangkat.
- Haji Khusus: 34 jemaah gagal berangkat.
2. Status “Kuning”: Masih Perlu Evaluasi
Tidak semua langsung divonis gagal. Ada ratusan jemaah yang nasibnya masih menggantung dan harus menjalani observasi atau pengobatan lanjutan untuk membuktikan kelayakannya:
- Haji Reguler: 704 jemaah dalam evaluasi.
- Haji Khusus: 134 jemaah dalam evaluasi.
3. Menjawab Kritik: “Kami Bukan Menghalangi”
Menanggapi suara miring yang menyebut pemerintah terlalu kaku dan menghalangi orang beribadah, Gus Irfan memberikan jawaban tegas. Kebijakan ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk memastikan syarat syariat terpenuhi.
“Kami mendapat komen bahwa Kemenhaj tidak memberi peluang orang menjalankan ibadah haji. Padahal, kita ingin istithaah-nya benar-benar diterapkan,” tandas Gus Irfan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar siap fisik dan mental, mengingat beratnya medan ibadah di Arab Saudi.
Update Terkini: Proses Masih Berjalan
Hingga saat ini, tim kesehatan masih bekerja keras merampungkan pemeriksaan bagi sisa jemaah.
- Total yang sudah diperiksa: 220.283 (Reguler) & 14.644 (Khusus).
- Masih dalam proses: 2.207 (Reguler) & 991 (Khusus).
Pesan Penting: Bagi calon jemaah, data ini adalah pengingat keras (alarm). Persiapan haji bukan cuma soal melunasi Bipih, tapi juga menjaga kebugaran tubuh. Sehat adalah syarat wajib, bukan pilihan.

