Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperketat pengamanan dan pendampingan bagi jamaah haji Indonesia di kawasan Masjidil Haram dengan menempatkan petugas di sembilan titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk membantu jamaah yang tersesat, terpisah dari rombongan, hingga mengalami kelelahan akibat padatnya aktivitas ibadah dan suhu panas ekstrem di Makkah.
Kawasan sekitar Masjidil Haram memang menjadi salah satu area yang paling sering membuat jamaah kebingungan, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang baru pertama kali menjalankan ibadah haji.
Petugas Haji Disiagakan di Titik Rawan Jamaah Tersesat
Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi kini disiagakan di sejumlah jalur yang kerap membuat jamaah kehilangan arah saat kembali menuju terminal atau hotel.
Petugas Linjam Seksi Khusus PPIH Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, mengatakan keberadaan petugas bertujuan memastikan jamaah Indonesia tetap aman dan nyaman selama beraktivitas di Masjidil Haram.
“Di titik-titik tertentu yang membingungkan jamaah calon haji, saat ini sudah ada petugas kita yang bersiaga untuk mendampingi dan membantu,” ujarnya di Makkah.
Jalur Sekitar Syib Amir dan WC Jadi Titik Paling Membingungkan
Menurut petugas, salah satu area yang paling sering membuat jamaah tersesat adalah jalur sekitar Terminal Syib Amir dan akses menuju toilet di area Masjidil Haram.
Banyak jamaah Indonesia diketahui sering menggunakan WC 3 sebagai patokan arah keluar. Padahal, akses menuju Terminal Syib Amir justru mengarah ke area WC 9.
Situasi ini membuat banyak jamaah lansia mudah panik ketika terpisah dari rombongan, terlebih di tengah kondisi masjid yang sangat padat saat musim haji.
Jamaah Diimbau Waspada Cuaca Panas Ekstrem di Makkah
Selain membantu navigasi jamaah, petugas haji juga aktif memberikan edukasi terkait perlindungan diri dari cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Suci Makkah.
Jamaah diimbau selalu membawa:
- Payung
- Masker
- Topi pelindung
- Semprotan air untuk menjaga kelembapan kulit
PPIH juga meminta jamaah tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram jika kondisi tubuh mulai lelah atau tidak fit.
Hal ini penting agar jamaah tetap memiliki kondisi fisik optimal menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kalau cuacanya terlalu panas, lebih baik shalat di masjid hotel yang sudah disediakan agar kondisi tubuh tetap terjaga,” ujar Deka.
Daftar 9 Titik Pos Petugas Haji Indonesia di Masjidil Haram
Berikut lokasi titik siaga petugas haji Indonesia di kawasan Masjidil Haram:
- Terminal Syib Amir
- Pintu Keluar Marwah
- Area Sa’i
- Area Tawaf
- Pintu Babusalam
- Pertigaan Terminal Bab Ali – Syib Amir
- Area WC 3 (arah Terminal Ajyad)
- ATM Center Dar AtTawhid
- Arah Hotel Anjum
- Terminal Jabal Ka’bah
Khusus di area tawaf, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram bertuliskan “Petugas Haji Indonesia 2026” agar mudah dikenali jamaah.
Tips Agar Jamaah Tidak Mudah Tersesat di Masjidil Haram
Untuk menghindari risiko tersesat saat beribadah di Masjidil Haram, jamaah disarankan:
- Menghafal nama hotel dan sektor
- Membawa kartu identitas dan kartu hotel
- Mengenali warna serta jalur terminal bus
- Tidak berjalan sendiri, terutama bagi lansia
- Menyimpan nomor kontak ketua rombongan
Dengan pengamanan dan pendampingan yang semakin diperketat, pemerintah berharap jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.

