Setiap mata yang memandang Ka’bah pasti terpesona oleh keanggunan Kiswah, kain hitam pekat yang menyelimuti bangunan suci umat Islam tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kemegahannya, terdapat dedikasi luar biasa dari tim ahli yang bekerja dalam senyap setiap harinya?
Otoritas Arab Saudi memperlakukan Kiswah bukan sekadar kain biasa, melainkan simbol syiar Islam yang harus dijaga dengan standar presisi tertinggi.
1. Penjagaan 24/7: Tim Ahli dengan Pengalaman Puluhan Tahun
Kiswah tidak hanya diperhatikan setahun sekali. Setiap hari, tim khusus dari Otoritas Umum Perawatan Dua Masjid Suci menyisir setiap sudut kain. Mereka memeriksa kencangnya kain hingga kondisi cincin pemasang.
“Jika ada sedikit saja kerusakan, tim akan langsung menanganinya secepat kilat dengan standar kinerja terbaik,” tulis pernyataan resmi Otoritas Arab Saudi.
Bahkan, beberapa anggota tim ini adalah teknisi kawakan yang telah mengabdikan diri selama 29 tahun. Tugas mereka meliputi pembersihan menyeluruh hingga memastikan kain tetap tegang dari segala sisi agar estetika Ka’bah tetap terjaga di tengah jutaan jemaah.
2. Mengapa Kiswah Sering Diangkat Saat Musim Haji?
Anda mungkin pernah melihat bagian bawah Kiswah diangkat sehingga memperlihatkan kain putih di baliknya. Ini bukan ritual ibadah, melainkan langkah proteksi.
Tingginya kepadatan jemaah saat tawaf berisiko merusak kain. Selain itu, langkah ini diambil untuk mencegah tangan-tangan jahil yang mencoba memotong bagian kain untuk dijadikan jimat atau cendera mata.
3. Mahakarya Senilai Jutaan Riyal
Proses penggantian Kiswah adalah momen ikonik setiap 1 Muharram. Namun, pembuatannya sendiri memakan waktu hingga 11 bulan di Kompleks Raja Abdulaziz, Makkah.
Berikut adalah profil “gaun” suci Ka’bah ini:
- Material Utama: 47 lembar sutra hitam murni.
- Hiasan Mewah: Sulaman 68 ayat Al-Qur’an menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat.
- Bobot Total: Mencapai 1.415 kilogram.
4. Teknologi di Balik Tradisi
Di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, perawatan Ka’bah kini melibatkan teknologi terbaru. Kantor Pengelola Proyek Kementerian Keuangan mengawasi setiap detail pemeliharaan dengan standar internasional, mulai dari area mataf (tempat tawaf) hingga perluasan masjid secara keseluruhan.
Tradisi yang sudah ada sejak masa awal Islam ini kini berpadu dengan manajemen modern, memastikan bahwa bangunan yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia ini selalu dalam kondisi terbaiknya.

