Kiswah, kain penutup Ka’bah yang ikonik, adalah simbol keagungan dan kesucian Baitullah. Setiap tahun, pergantian Kiswah menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda, sejarah Kiswah adalah perjalanan panjang yang merangkum peradaban dan keimanan, dari masa kuno hingga era modern?
Berikut adalah kisah Kiswah, dari anyaman sederhana hingga karya seni termahal di dunia.
1. Kiswah di Zaman Sebelum Islam: Sebuah Tradisi Kuno
Tradisi menutup Ka’bah sebenarnya sudah ada sejak sebelum era kenabian Muhammad SAW. Konon, orang pertama yang menutupi Ka’bah adalah Nabi Ismail AS dengan anyaman kulit atau daun. Namun, secara historis, tradisi ini diformalkan oleh Tubba’ al-Himyari, seorang raja dari Yaman pada abad ke-5 Masehi.
Pada masa itu, Kiswah dibuat dari kain bergaris-garis yang disebut al-khashf. Uniknya, Kiswah yang baru akan dipasang di atas Kiswah lama, sehingga seiring waktu, lapisan Kiswah menumpuk dan menjadi sangat berat.
2. Era Awal Islam: Keputusan Bersejarah Rasulullah ﷺ
Ketika Rasulullah ﷺ berhasil membebaskan Mekah pada tahun 630 M, beliau menyaksikan tumpukan Kiswah yang berlapis-lapis. Rasulullah ﷺ kemudian menetapkan tradisi baru: Kiswah lama harus dilepas terlebih dahulu sebelum Kiswah yang baru dipasang.
Setelah wafatnya Nabi, para Khulafaur Rasyidin melanjutkan tradisi ini. Khalifah Umar bin Khattab bahkan menetapkan aturan untuk mengganti Kiswah setiap tahun.
3. Kiswah dalam Peradaban Islam: Dari Baghdad hingga Mesir
Selama berabad-abad, tanggung jawab pembuatan dan pengiriman Kiswah berpindah-pindah. Pada masa Dinasti Abbasiyah, Kiswah dibuat dari sutra hitam yang didatangkan dari Baghdad.
Kemudian, tanggung jawab itu beralih ke Mesir pada masa Kesultanan Mamluk. Setiap tahun, sebuah rombongan besar dan penuh upacara yang disebut Mahmal akan berangkat dari Kairo, Mesir, membawa Kiswah baru ke Mekah. Tradisi ini berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari perayaan haji.
4. Kiswah di Era Modern: Dibuat Langsung di Tanah Suci
Pada tahun 1927, di bawah kepemimpinan Raja Abdulaziz, tanggung jawab pembuatan Kiswah diambil alih sepenuhnya oleh Kerajaan Arab Saudi. Keputusan bersejarah ini menandai berakhirnya tradisi pengiriman Kiswah dari luar.
Pada tahun 1977, sebuah pabrik khusus untuk pembuatan Kiswah didirikan di Mekah. Di sinilah Kiswah dibuat dengan teknologi modern namun tetap mempertahankan sentuhan seni dan tradisi Islam.
- Bahan: Kiswah modern dibuat dari sutra murni berkualitas tinggi yang didatangkan dari Italia dan diwarnai hitam.
- Kaligrafi: Kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dan asmaul husna di Kiswah diukir dengan benang emas dan perak murni.
- Proses Pergantian: Kiswah diganti setiap tahun pada tanggal 1 Muharram, menandai Tahun Baru Hijriah, setelah sebelumnya dilakukan pada 9 Dzulhijjah.
Kini, setiap jahitan dan ukiran pada Kiswah adalah perwujudan dari cinta dan penghormatan umat Muslim terhadap rumah Allah SWT. Sejarahnya yang panjang adalah cerminan dari peran Ka’bah sebagai pusat peradaban dan ibadah yang abadi.

