Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kotamadya dan Perumahan resmi mengumumkan kesiapan penuh operasional layanan musim haji 1447 H/2026 M dengan mengerahkan lebih dari 22 ribu personel lapangan. Langkah besar ini dilakukan untuk memperkuat keamanan, menjaga kesehatan publik, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.
Melansir laporan The Islamic Information, kesiapan tersebut dijalankan melalui sistem layanan perkotaan terintegrasi yang mencakup kawasan vital ibadah haji seperti Mina, Arafah, Muzdalifah, hingga area utama di Makkah.
22 Ribu Petugas dan Ribuan Armada Disiagakan
Dalam keterangannya, Kementerian Municipalities and Housing menyebutkan bahwa lebih dari 22.000 personel lapangan diterjunkan untuk mendukung kelancaran operasional musim haji 2026.
Tak hanya personel, pemerintah Saudi juga menyiapkan lebih dari 3.000 kendaraan dan peralatan operasional guna menunjang pelayanan di berbagai titik strategis.
Armada tersebut akan digunakan untuk:
- Operasional kebersihan kawasan haji
- Penanganan darurat
- Distribusi layanan publik
- Pengawasan sanitasi dan kesehatan lingkungan
- Respons cepat terhadap kondisi lapangan
Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang seperti shelter, laboratorium tetap dan laboratorium bergerak juga disiagakan selama 24 jam penuh sepanjang musim haji berlangsung.
Infrastruktur Mina hingga Muzdalifah Ditingkatkan Besar-Besaran
Pemerintah Arab Saudi juga melakukan peningkatan signifikan pada sektor infrastruktur dan aksesibilitas jemaah demi mengurangi kepadatan serta memperlancar mobilitas saat puncak ibadah haji.
Peningkatan jalan dan infrastruktur disebut mencakup area seluas lebih dari 73 juta meter persegi di kawasan Masyair.
Dukungan tersebut diperkuat dengan:
- 123 jembatan
- 44 terowongan
- Area layanan seluas 4,6 juta meter persegi
Seluruh fasilitas ini dipusatkan untuk mendukung mobilitas jemaah di Mina, Arafah, dan Muzdalifah agar lebih aman, tertib, dan nyaman.
Pengawasan Sanitasi dan Keamanan Pangan Diperketat
Selain fokus pada infrastruktur dan mobilitas, pemerintah Saudi juga memperkuat pengawasan sanitasi serta keamanan pangan selama operasional haji 2026.
Laboratorium canggih yang disiapkan mampu menganalisis hingga 1.300 sampel setiap hari guna memastikan kualitas makanan, air, dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Di sisi lain, tim inspeksi lapangan melakukan lebih dari 2.800 pemeriksaan harian di berbagai titik layanan untuk memastikan standar kesehatan publik berjalan optimal.
Langkah ini dinilai penting mengingat jutaan jemaah dari berbagai negara akan berkumpul dalam satu waktu di kawasan suci dengan suhu yang cukup ekstrem.
Arab Saudi Fokus Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Jemaah
Kesiapan besar-besaran ini menjadi bagian dari komitmen Arab Saudi dalam menghadirkan layanan haji yang lebih modern, aman, dan responsif.
Dengan dukungan ribuan personel, armada operasional, laboratorium bergerak, hingga penguatan infrastruktur di kawasan Masyair, pemerintah Saudi berharap seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih tertib dan nyaman bagi seluruh jemaah dunia.
Musim haji tahun ini juga diperkirakan menjadi salah satu operasional haji terbesar dengan pengawasan layanan yang semakin berbasis teknologi dan sistem terintegrasi.

