Sebanyak 47 jemaah haji lanjut usia (lansia) diberangkatkan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib menggunakan bus hidrolik khusus di Makkah, Selasa (5/5/2026). Fasilitas ini disiapkan khusus untuk membantu mobilitas jemaah lansia dan penyandang disabilitas yang seluruhnya menggunakan kursi roda.
Keberangkatan para jemaah dilakukan sejak pagi hari dari Hotel Lulua Al Mashaer guna menghindari cuaca panas ekstrem yang mulai menyelimuti kawasan Makkah menjelang puncak musim haji 1447 H/2026 M.
Bus Hidrolik Khusus Permudah Mobilitas Jemaah Lansia
Penggunaan bus hidrolik tanpa tangga menjadi salah satu inovasi layanan yang mempermudah proses keberangkatan jemaah lansia menuju Masjidil Haram. Dengan fasilitas tersebut, para jemaah yang menggunakan kursi roda dapat naik dan turun bus dengan lebih aman dan nyaman.
Tak hanya itu, seluruh jemaah juga mendapatkan layanan kursi roda resmi lengkap dengan jasa pendorong selama menjalani rangkaian ibadah umrah wajib seperti tawaf dan sa’i.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang Lansia dan Disabilitas (Landis), Regita Yuniar, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan jemaah lansia dengan kebutuhan pendampingan khusus.
“Hari ini kami insya Allah memberangkatkan sekitar 47 lansia untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka semuanya menggunakan kursi roda dan juga sudah menggunakan layanan jasa pendorong kursi roda resmi,” ujar Regita.
Jemaah Berasal dari Lombok dan Surabaya
Regita menjelaskan, para jemaah berasal dari beberapa kloter asal Lombok dan Surabaya yang tiba di Makkah secara bertahap sejak akhir April hingga awal Mei 2026.
Kedatangan pertama tercatat pada 30 April 2026, kemudian disusul rombongan lain pada 2 Mei dan 4 Mei 2026.
Untuk memastikan ibadah berjalan lancar, para jemaah turut didampingi petugas dari berbagai unsur, mulai dari petugas kloter, petugas haji daerah, hingga tim PPIH Arab Saudi.
Sekitar 4 hingga 5 petugas ikut mendampingi rombongan selama proses keberangkatan dan pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram.
Strategi Hindari Panas Ekstrem di Makkah
Cuaca panas di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah lansia. Karena itu, keberangkatan dilakukan pada pagi hari agar kondisi fisik jemaah tetap stabil dan tidak mudah kelelahan.
Selain memilih waktu yang lebih sejuk, penggunaan bus hidrolik dan layanan kursi roda resmi juga menjadi bagian dari strategi pelayanan ramah lansia pada musim haji 2026.
Setibanya di Masjidil Haram, para jemaah akan melanjutkan ibadah menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi dengan tarif sekitar 300 riyal.
“Kami membantu mendorong dan memastikan jemaah lansia bisa berangkat dengan aman dan nyaman,” lanjut Regita.
Suasana Haru Warnai Keberangkatan Jemaah Lansia
Suasana haru tampak memenuhi lobi hotel sebelum keberangkatan. Puluhan jemaah lansia terlihat mengenakan pakaian ihram sambil duduk di kursi roda menunggu giliran menuju Masjidil Haram.
Salah satu jemaah lansia asal Lombok, Siti Asiah Hasan, mengaku bersyukur akhirnya dapat menjejakkan kaki di Tanah Suci setelah penantian panjang.
“Alhamdulillah, sehat-sehat. Pingin lihat Ka’bah. Amin mudah-mudahan lancar semua,” ujarnya lirih penuh haru.
Bagi para jemaah lansia, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan impian spiritual yang telah dinanti bertahun-tahun. Momen ini menjadi bukti bahwa pelayanan haji 2026 terus berupaya menghadirkan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh jemaah, termasuk kelompok lansia dan disabilitas.

