Menu

Jangan Asal Upload! PPIH Ingatkan Jemaah Haji 2026 Jangan Sebar Foto Kartu Nusuk di Media Sosial

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak sembarangan mengunggah foto Kartu Nusuk ke media sosial. Dokumen digital tersebut dinilai sangat penting karena memuat identitas lengkap hingga akses layanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya tren jemaah yang membagikan momen perjalanan haji melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga Facebook. PPIH khawatir data pribadi dalam Kartu Nusuk dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab apabila tersebar luas di internet.

Kartu Nusuk Haji 2026 Memuat Data Penting Jemaah

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menjelaskan bahwa Kartu Nusuk bukan sekadar kartu identitas biasa. Di dalamnya terdapat berbagai informasi penting terkait layanan jemaah selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Mulai dari identitas lengkap, layanan transportasi, data pemondokan, konsumsi, hingga barcode akses layanan tercantum dalam kartu tersebut.

“Di Kartu Nusuk itu ada identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode. Jangan difoto lalu disebarluaskan,” ujar Zulkifli Sitorus.

Imbauan tersebut disampaikan saat pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 12 Embarkasi Medan yang diikuti sekitar 5.990 calon haji asal Sumatera Utara.

Menurutnya, penyebaran foto Kartu Nusuk di media sosial berpotensi membuka akses data pribadi jemaah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kartu Nusuk Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram dan Arafah

PPIH menegaskan bahwa Kartu Nusuk merupakan dokumen utama yang wajib dibawa jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kartu ini menjadi syarat penting untuk mengakses berbagai area dan layanan selama musim haji 2026, termasuk saat memasuki Masjidil Haram untuk menjalankan tawaf dan sai.

“Kalau tidak ada Kartu Nusuk, jemaah tidak akan diizinkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai,” jelas Zulkifli.

Tak hanya itu, Kartu Nusuk juga menjadi syarat utama untuk masuk ke kawasan Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.

PPIH mengingatkan bahwa akses menuju Arafah kini semakin ketat karena pemerintah Arab Saudi menggunakan sistem digital dan pemeriksaan identitas berbasis Kartu Nusuk untuk mengontrol pergerakan jutaan jemaah.

“Kalau tak bisa masuk Arafah, maka hajinya tidak sah,” tegasnya.

Arab Saudi Perketat Pengawasan Kartu Nusuk Haji 2026

Pada musim Haji 1447 H/2026 M, pemerintah Arab Saudi memang memperketat pengawasan terhadap pergerakan jemaah di kawasan suci. Kartu Nusuk menjadi dokumen utama yang diperiksa petugas sebelum jemaah memasuki area tertentu.

Selain sebagai identitas resmi, Kartu Nusuk juga terintegrasi dengan sistem layanan digital haji untuk mendukung keamanan, pengaturan transportasi, hingga pemantauan pergerakan jemaah secara real-time.

Karena itu, jemaah diminta menjaga kartu tersebut dengan baik dan tidak membagikan foto yang memperlihatkan barcode maupun data pribadi ke internet.

Jemaah Diminta Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Selain mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk, PPIH juga meminta jemaah menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji.

Zulkifli menegaskan bahwa perjalanan haji merupakan panggilan suci yang harus disyukuri dengan menjaga kesehatan, kekompakan, dan saling membantu antarjemaah.

“Kami juga mengingatkan jemaah agar menjaga kebersamaan dan saling membantu selama di Tanah Suci tanpa membedakan asal daerah,” pungkasnya.

Dengan semakin modernnya sistem pelayanan haji 2026, jemaah diimbau lebih bijak menggunakan media sosial agar keamanan data pribadi tetap terjaga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *